Islam Agama Cinta
sebuah kutipan..
ISLAM AGAMA CINTA
"Semua yang ada di langit dan bumi ditundukkan oleh Allah karena cintanya kepada manusia," ucap Quraish Shihab.
Karena itu cintailah Allah, karena Dia mencintai umatnya. Bentuk kecintaan lainnya yang diungkap oleh Quraish Shihab adalah mencintai Rasul. Karena Rasul mencintai manusia, sebelum manusia mencintainya.
عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَس بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, khadim (pembantu) Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)
Kandungan Hadist:
1. Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika dia mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri.
2. Menjauhkan perbuatan hasad (dengki) dan bahwa hal tersebut bertentangan dengan kesempurnaan iman.
3. Iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
4. Anjuran untuk menyatukan hati.
Tanda mencintai sesama mukmin nampak pada hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berikut ini, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Mencintai bisa jadi berkaitan dengan urusan diin (agama), bisa jadi berkaitan dengan urusan dunia. Rinciannya sebagai berikut.
1. Sangat suka jika dirinya mendapatkan kenikmatan dalam hal agama, maka wajib baginya mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya mendapatkan hal itu. Jika kecintaan seperti itu tidak ada, maka imannya berarti dinafikan sebagaimana disebutkan dalam hadits.
Jika seseorang suka melakukan perkara wajib ataukah sunnah, maka ia suka saudaranya pun bisa melakukan semisal itu. Begitu pula dalam hal meninggalkan yang haram. Jika ia suka dirinya meninggalkan yang haram, maka ia suka pada suadaranya demikian. Jika ia tidak menyukai saudaranya seperti itu, maka ternafikan kesempurnaan iman yang wajib.
Termasuk dalam hal pertama ini adalah suka saudaranya mendapatkan hidayah, memahami akidah, dijauhkan dari kebid’ahan, seperti itu dihukumi wajib karena ia suka jika ia sendiri mendapatkannya.
2. Sangat suka jika dirinya memperoleh dunia, maka ia suka saudaranya mendapatkan hal itu pula. Namun untuk kecintaan kedua ini dihukumi sunnah. Misalnya, suka jika saudaranya diberi keluasan rezeki sebagaimana ia pun suka dirinya demikian, maka dihukumi sunnah. Begitu juga suka saudaranya mendapatkan harta, kedudukan, dan kenikmatan dunia lainnya, hal seperti ini dihukumi sunnah.
Rasm Utsmani✍ (versi Tanzil)
وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ
Terjemah:
"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana."
(Q.S. At-Taubah (9):71)
Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, khadim (pembantu). Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)
Kesimpulannya, mencintai orang mukmin
sebagaimana ia mencintai untuk dirinya sendiri jika berkaitan dengan hal
dunia, dihukumi sunnah. Sedangkan jika berkaitan dengan hal agama,
dihukumi wajib mencintai saudaranya semisal yang kita peroleh.
Semoga Allah memberikan kita taufik untuk mencintai saudara kita yang beriman sebagaimana kita suka mendapatkan hal yang sama. Aamiin.
Semoga bermanfaat.
jazakallahu khair
❤
email: innahaman9901@gmail.com
ig: @fadliatunmutmainnah
ig: @fadliatunmutmainnah
Ma syaa Allah. Tingkatkan fadliatun, tulisannya mudah di pahami dan membuka wawasan kami🙏🙏
ReplyDeleteinsya Allah, terima kasih😊
DeleteCemungut kk innah♥ jgn lupa jga ksehaatan agar bisa melanjutkan tulisannya.
ReplyDeleteiya, terima kasih🙏😊
DeleteMaasyaaAllah. Semangat selalu kaka innah🖤
ReplyDeletehehe iya, thanks:)
DeleteMasya Allah.��
ReplyDelete😊
DeleteDuh Masya Allah innah❤️
ReplyDelete😊🙏
DeleteSemangat terus kak innah dalam menebarkan kebaikan. Syukron ilmu barunya😍❤
ReplyDeleteAlhamdulillah, thanks:)
DeleteMasyaaAllah...semoga berkah kakak innah ...terus berkarya tuk islam...barakallah fiik
ReplyDeleteAamiin, syukron:)
Delete❣
ReplyDelete